Tetangga Depan Rumah

Tetangga Depan Rumah

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 6, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Triple Gendre : Spritual, Romance, Action Dan Chicklit. Fakih menoleh sebentar ke arah Abidzar. Lalu kembali ke wanita di depannya. "Jangan cerita apapun." Syakilah mendongak. "Hah?" "Jangan coba-coba buka mulut. Saya gak akan tanggung jawab, kalau kamu kenapa-napa. Jadi, simpan apa yang kamu liat tadi. Jangan coba-coba menghubungi polisi." Jelas Fakih sesekali menoleh pada Abidzar. Takut anak itu ternyata menguping. Syakilah mengernyit. "Astagfirullah Mas, jadi mas nyuruh saya untuk bohong? Gak, saya gak mau!
All Rights Reserved
#155
ayobaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • Transmigrasi Bunda
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • The Perfect Strangers
  • penyesalan
  • Intensive choice (Compeleted)

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines