Jejak Fajar dan Senja

Jejak Fajar dan Senja

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 12, 2019
Diungkapkan atau tidak? Sebenarnya cinta akan menemukan muara yang sama. Berakhir bahagia atau harapan yang sia-sia. Cinta bukan soal rasa, tetapi kuasa tangan-tangan Tuhan untuk menyatukan dan memisahkan makhluknya. Semua berhak memilih, menjemput bola atau menggemakan do'a. Semua berhak melambungkan asa, tetapi perjalanan akan tetap bermuara. ***** Begitulah perjalanan kisah romansa Alma dan Salwa, seorang aktivis perempuan yang memperjuangkan keadilan sesama. Dua makhluk yang memiliki karakter berbeda yang dipertemukan secara tak sengaja di bibir pantai saat menikmati garis-garis cakrawala. Sepuluh detik termanis untuk mengejar mimpi dan menyimpannya kembali saat gelap tiba. Dari jejak fajar dan senja ini kisah mereka dimulai, tentang asa, cita, cinta, dan harapan sesama. Akankah Alma mampu menjadi sosok Fatimah yang ia idolakan? Mampukan Salwa menjadi sosok Khadijah zaman now?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Our Marriage
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Our Journey To Love
  • Married With CEO
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • AL
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )

📖 Berlabuh di Takdir-Nya oleh - rn Muhammad Fahri Al-Ghifari tak pernah menyangka, jalan hijrahnya yang teguh bisa terguncang oleh satu perasaan yang datang perlahan-tanpa suara, tanpa aba-aba. Ia bukan sedang mencari cinta. Tapi sebuah mimpi, sejuk dan jelas, membuatnya mulai bertanya: "Apakah rasa ini bagian dari petunjuk... atau hanya lintasan hati?" Zeyana Maheera, gadis tenang dan kuat yang memilih berhijrah di usia muda, memegang prinsip meski berada di rumah yang tak sejalan. Di luar, ia terlihat tegar. Tapi malam-malamnya dipenuhi sujud yang meminta kekuatan untuk tetap bertahan, meski sering merasa sendirian. Ketika dua jiwa yang sedang bertumbuh di jalan Allah dipertemukan dalam sunyi, dalam perenungan, dan dalam doa yang saling menguatkan, mereka pun belajar bahwa cinta yang suci bukan datang karena ingin, tapi karena Allah mengizinkan. Sebuah kisah hijrah, keteguhan, dan cinta yang bernaung dalam iman. Karena cinta terbaik, bukan yang paling cepat datang. Tapi yang paling sabar menunggu. Dan jika Allah telah menetapkan, tak ada yang bisa menghalangi. Cinta itu akan berlabuh... di Takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines