Campus in Love

Campus in Love

  • WpView
    Reads 729
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 20, 2019
Cinta ?.. "Cinta bukan tentang siapa yang mendapatkan siapa. Tapi tentang seberapa banyak cinta yang mampu kamu berikan pada semua orang. Tak peduli jika beberapa orang itu sebagian dari mereka sangat membencimu. Karena Cinta bukan tentang apa yang kamu terima saja melainkan apa yang mampu kamu beri. Tapi sejauh ini aku tak pernah percaya bahwa Cinta itu ada !" kataku. "Dan Cinta akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi semua orang yang mampu menemukan nya," kata Natha. "Entahlah, perihal Cinta sangat sulit untuk kubungkus menjadi sebuah kalimat indah. Karena aku sendiri belum menemukannya," kata Rissa. "Cinta.. Sederhana namun membahagiakan.. Carilah dia, gapailah dia, kejarlah dia.. Sampai tiba saat dimana engkau mengerti betapa bahagia dapat memilikinya. Tapi bagaimana caraku untuk membungkusnya, sedangkan dia saja tak mempercayai apa itu Cinta," katanya.
All Rights Reserved
#25
wattpad19
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Aza's Project
  • Inside You
  • ARSALESA [END]
  • Takdir Terbaik
  • Nata, De & Coco
  • SKRIPSUIT  ✔
  • I Love You
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines