no more dream

no more dream

  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mai 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
kenapa takdir yg diberikan tuhan padaku begitu kejam? aku tidak melimiki hak atas diriku sendiri.. Aku bahkan tidak berani mengutarakan apa yg kurasakan.. aku berusaha sendiri untuk mengejar impianku.. tapi apa bisa impianku menjadi kenyataan? Kau tau sakitnya jika kau ada tapi tidak diinginkan? Aku terlahir dikeluarga yg tidak menginginkan keberadaanku.. Bisakah aku bertahan hidup? Seseorang.. tolong selamatkan aku..
Tous Droits Réservés
#586
yadong
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Cahaya Dirimu
  • Another Pain (END) ✔
  • Beautiful & Broken
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • AFKARA [END]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Juan [REVISI]
  • DARKA
  • HIDDEN I (The End)

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu