Disforia Ganda

Disforia Ganda

  • WpView
    GELESEN 773
  • WpVote
    Stimmen 104
  • WpPart
    Teile 13
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juli 21, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Untukmu, Ilyana Nadir. Izinkan kumenulis perihal aku dan kamu, yang pernah menjelma kita. Ijinkan tulisanku menggapai bantaran kasurmu, Meski kutak tahu, akankah tulisanku sampai pada lara, atau hanya terdampar di bentangan ufuk sana. Ilyana Nadir, I Love You always. (Arya.Putra)
Alle Rechte vorbehalten
#19
nadir
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Lembut Seperti Doa
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Andai bisa
  • SAJAK HATI
  • Segala Tentangmu ❝
  • Forced Couple
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rindu yang berjarak
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien