Elvania

Elvania

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 13, 2019
"Ada yang tetap menunggu sekalipun waktu telah melupakannya. Ada yang terus menanamkan rindu sekalipun kenangan berulang kali berusaha menghentikan. Bodoh? Mungkin. Tetapi suatu waktu nanti, seseorang akan mengerti bahwa mencintai tidak semudah itu." Jiwa yang tak pernah menyerah untuk menanti mu, namun raga ini tak sanggup untuk mengejarmu. -Keisya Vania Mahardika Bukan tak berani mencoba. Terkadang seseorang hanya takut terjebak kenyamanan, lalu melupakan apa yang seharusnya di perjuangkan. -Elvan Sareza Pradipa Mungkinkah seorang gadis mampu memperjuangkan cintanya meski sering kali perjuangannya berakhir dengan sia-sia, bahkan sebelum semuanya dimulai. Mampukah dia terus menunggu meski tanpa kepastian sekalipun dan tetap selalu dan terus mencintainya. Akankah dia yang gadis itu perjuangkan akan mampu menerimanya dan melupakan semua kenangan buruk yang telah dia lalui bersama seseorang di masa lalunya? Apakah dia akan membuka hatinya kepada wanita yang telah mencintainya dengan tulus itu meski dia sering kali melukai hatinya.
All Rights Reserved
#267
labil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • DRABIA [END]
  • VANIA
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • RAJAWALI
  • LEITHLEACH
  • ALTHA
  • Aslan, Are you my last love?
  •  ANATHA

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines