Story cover for Elvania by anindanin
Elvania
  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
Concluida, Has publicado feb 03, 2019
"Ada yang tetap menunggu sekalipun waktu telah melupakannya. Ada yang terus menanamkan rindu sekalipun kenangan berulang kali berusaha menghentikan. Bodoh? Mungkin. Tetapi suatu waktu nanti, seseorang akan mengerti bahwa mencintai tidak semudah itu."

Jiwa yang tak pernah menyerah untuk menanti mu, namun raga ini tak sanggup untuk mengejarmu.
-Keisya Vania Mahardika

Bukan tak berani mencoba. Terkadang seseorang hanya takut terjebak kenyamanan, lalu melupakan apa yang seharusnya di perjuangkan.
-Elvan Sareza Pradipa

Mungkinkah seorang gadis mampu memperjuangkan cintanya meski sering kali perjuangannya berakhir dengan sia-sia, bahkan sebelum semuanya dimulai. Mampukah dia terus menunggu meski tanpa kepastian sekalipun dan tetap selalu dan terus mencintainya. 

Akankah dia yang gadis itu perjuangkan akan mampu menerimanya dan melupakan semua kenangan buruk yang telah dia lalui bersama seseorang di masa lalunya? Apakah dia akan membuka hatinya kepada wanita yang telah mencintainya dengan tulus itu meski dia sering kali melukai hatinya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Elvania a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#968labil
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
(Not) A Dream School (On Going) de AnggiPratiwi935
25 partes Continúa
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Erlangga cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
Between Us √ cover
Aslan, Are you my last love? cover
NAUSY cover
AMERTA : The Last Embrace cover
You Are My Destiny cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
Vallerie cover
VANIA cover

Erlangga

7 partes Concluida

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?