Story cover for Standar stall by arinitkj
Standar stall
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 04, 2019
Kegelapan, itulah yang selalu aku rasakan, itulah yang selalu menemani ku di setiap detik, menit hidup ku, hanya dia lah yang selalu ada. Kegelapan bagiku adalah dimana aku menganggap bahwa hidupku itu  kelam, sunyi, tak ada satu orang pun yang peduli. Di balik sikapku yang ceria, yang selalu tersenyum ke semua orang itu hanyala topeng belaka untuk menyembunyikan kehidupan ku yang gelap, kelam. Itulah hidup ku.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Standar stall to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Behind The Smile cover
ARNWOLF (END) cover
Empty (End?) cover
Keazen (a sly world) TERBIT!  cover
Bintang Pemandu cover
Auri, Cigarettes and Life cover
The Dark Side(END) cover
ZIVANA(ON GOING)√ cover
ALGENTA cover

Behind The Smile

41 parts Ongoing

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?