S K A L A

S K A L A

  • WpView
    Membaca 296
  • WpVote
    Vote 53
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 16, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Skala adalah perbandingan antara jarak gambar dengan jarak sebenarnya. Aku rasa begitulah cara semesta mengilustrasikan kita, Tuan. Rasa kita seperti skala. Jaraknya jauh dari delusi dengan yang nyata" -Karanta Nadin . . . "Kau tau, So? Bapak pernah berkata, kalau laut ini akan mati beserta penduduk bumi. Aku hanya sedikit tidak berani." Ujar Nadin. "Nadin, percayalah. Aku akan menjemputmu, sebelum semesta merebutnya terlebih dahulu." Jawab Sorai. "Ada janji?" Tanya Nadin sedikit ragu. Namun Sorai hanya diam, entah memberi jeda atau tak tau harus menjawab apa. Hanya kisah tentang cinta dan bumi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
believeat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • NOESIS [END]
  • Maaf' (Revisi)
  • ALONE
  • Cause We are Family
  • Save and Protect
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Past Love Part 1
  • The Smallest Brother
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan