GARA ARKASA NEGARA

GARA ARKASA NEGARA

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2020
Sesosok lelaki tangguh, yang di tinggal kan ibunya tanpa ada kata pamit. Sesosok lelaki hebat, yang di paksa oleh dunia untuk menjadi tulang punggung keluarga. Sesosok lelaki yang mampu menjadikannya seorang ayah, ibu, dan kakak dalam satu jiwa. Dia, seorang laki laki yang di beri nama oleh ibunya adalah Gara Arkasa Negara, yang sudah berani menantang dunia bahwa dia, bisa menjadi sosok yang berguna, bagi empat anak kecil yang satu darah dengan nya. •GARA ARKASA NEGARA• •03/04/20•
All Rights Reserved
#485
bulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Mi Frourà
  • SEGARA(END)
  • Do You Know The Way? ||Enhypen HIATUS
  • My Son [END] ✔
  • Rintik Hujan
  • Lihat Angkasa, Bunda.
  • Lakara Lara di Ujung Luka (Sudah Direvisi)
  • Langit Malam Bersamamu
  • The Crown Family

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines