Story cover for SEHARI  by MarinaAgustin
SEHARI
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 04, 2019
S E H A R I

Adalah kilas,menapak tilas dari alas yang mengajarkan batas,dan dari keduanya kita belajar ikhlas.

Kita (Pronoun) kata jamak,berartian banyak yang dimana kau dan aku tak akan pernah menjadi.

Dan dalam sehari,kilas 'Kita' di ulik. Bagai mana menjadi 'Bahagia' bukan 'Ba dan Hagia saja;

Terlebih dengan beribu moment iklas,yang kembali mempertegas jika diantara 'Kita' ada batas.


-Bahagia'
All Rights Reserved
Sign up to add SEHARI to your library and receive updates
or
#44anakgunung
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 9
Kami Tumbuh Dari Ledakan cover
Kesedihan [SELESAI] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Fajar & Senja cover
Fifa Story [END] ✔ cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
ANATHAN  || END cover
RUMAH tanpa pintu  cover

Kami Tumbuh Dari Ledakan

30 parts Ongoing

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.