Story cover for Dandelion by WS_addarulfaroh
Dandelion
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 05, 2019
Perjuangan seorang wanita untuk mencapai cita"nya. Namun terlalu banyak halangan dan rintangan yang harus dilewatinya. Perekonomian yang kurang, serta jauhnya akses untuk mengenyam pendidikan.

Apakah ia mampu mengapai cita"nya, atau harus pupus untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang kekurangan?

"Hidup itu harus seperti bunga dandelion, sekalipun dia terjatuh, dia bisa bangkit kembali dan menjadi tumbuhan yang baru."
Novi Adimah
All Rights Reserved
Sign up to add Dandelion to your library and receive updates
or
#515pondok
Content Guidelines
You may also like
Langit Senja di Kota Nabi by danilsopan
23 parts Ongoing
"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---
Hidup Wanita Tulang Kuat dalam Keluarga 380° by JunianiUlfahSuliswin
7 parts Complete Mature
Terangkat dari kisah nyata panggil saja Juni anak perempuan yang pertama dari 3 bersaudara yang dimana 2 adik kandungnya itu berjenis kelamin laki - laki yang selalu bermasalah. Kami dari keluarga golongan yang mampu baik secara moril maupun teori yang dimana kami adalah keluarga terpandang dengan bergelar lulusan pendidikan tinggi yaitu kuliah, hidup kami telah berubah 380° setelah ayahku yang seorang kepala keluarga telah pensiun, Juni merupakan anak perempuan satu - satunya yang lulusan kuliah Strata 1 atau S1 di bidang kesehatan. Namun kehidupannyapun jadi berantakan setelah ayah kandungnya terkena penyakit skizofernia atau bisa dibilang ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) dikarenakan ketakutan dan bisikan yang secara berlebihan menghantui kehidupannya dan sudah tidak menafkahi kami hingga saat ini semenjak sudah di pensiunkan oleh perusahaan Jepang elit di tahun 2016 silam. Adik laki - laki kandung yang ke 2 sudah lulus kuliah dari perguruan tinggi negeri ternama dengan gelar status Diploma atau D3 dipecat dari pekerjaannya di karenakan ketagihan pinjol hingga hutang puluhan juta rupiah hanya dilakukan untuk berjudi dan adik kandung laki - laki yang ke 3 lulusan Diploma atau D3 dari perguruan tinggi negeri bergengsi di Indonesia yang tersandung kasus Narkoba. Juni bekerja sebagai Duta Gerai dengan gaji harian yang terkadang tidak menentu dan juga sebagai konten kreator youtube yang mempunyai kehidupan yang pas - pasan demi mencukupi kebutuhan perekonomian keluarganya, tetapi Juni bebas dari segala macam kasus yang dialami oleh adik - adiknya yang ada di pikiran perempuan bergelar S1 ini suka menyisihkan uang sakunya untuk keadaan darurat yang tidak tahu kapan datangnya dari segala arah yang tak menentu. Mau tahu kisa kelanjutan Wanita Tulang Kuat seperti apa?ikuti terus ya mari kita simak ceritanya yang satu ini
You may also like
Slide 1 of 10
Langit Senja di Kota Nabi cover
My Love A Siblings cover
Sejuta Mimpi Calon Sang Pemimpin cover
Bunga yang mekar di tanah gersang cover
ZERO TO HERO  cover
Meraih Cinta Suamiku cover
Hidup Wanita Tulang Kuat dalam Keluarga 380° cover
Dear My Kapten (2025) cover
Sang Kupu-Kupu cover
DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral) cover

Langit Senja di Kota Nabi

23 parts Ongoing

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---