Dealing With Bullying

Dealing With Bullying

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 7, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Ini Aku Jake, Seorang anak sma Yang suka membully dan menindas orang yang lemah. Setiap kali aku membully tidak ada yang berani membantu korban yang aku bully, sampai suatu suatu hari dimana aku membully membuat seorang siswa bernama Joseph meninggal karena depresi dan stress. Entah kenapa aku merasa sangat bersalah karena menindas yang lemah. Aku pun membuat keputusan yang fatal demi pindah ke sekolah baru yang dimana sekolah tersebut sering terjadi kasus bully. Aku melakukannya karena aku merasa bersalah, aku ingin merasakan apa yang dirasakan Joseph. Apa yang dirasakan orang lemah saat di tindas. Aku pun pergi ke sebuah kota dan tempat yang baru dan menyamar sebagai Murid yang cupu, kutu buku, pendiam dan juga lemah. Aku sudah bersiap akan hal ini karena aku memiliki kemampuan bela diri. Aku pikir ini akan mudah bagiku. Nyatanya ini sangat sulit dan jalanku masih panjang. Banyak hal dan tantangan yang harus kulalui demi mencapai tujuanku. Dan inilah kisahku dalam mengatasi "Bully"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Bumi ; The Hurt
  • My Nine Sisters
  • AMORA Wounded Girl (Perjodohan)
  • Allena
  • NERD [END ✔️]
  • The fair school || Selesai ✓
  • The Dark and Light [Hiatus]
  • SAGARA [ON GOING]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines