Namanya Arkan

Namanya Arkan

  • WpView
    Reads 1,111
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan kisah badboy idaman, atau tentang pemuda sempurna kaya raya yang diidolakan banyak pihak. Karena jujur, aku juga telah muak dengan kisah itu. Ini hanya ringkasan kisah tentang Arkan. Pemuda dengan tinggi menjulang yang menjadi teman sekelasku. Bertampang kutu buku yang menarik atensitas ku sejak awal. Bukan, dia tak sedang menyamar. Dia bukan dari kalangan atas, wajahnya dan sikapnya pun selalu jadi bahan ejekan. Tapi aku suka matanya. Hangat. Arkan menjadi pelengkap kisah akhirku di masa SMA. Membuka mataku tentang banyak hal, yang awalnya tak terlalu kuperdulikan. Dia ramah, namun terkadang punya sisi lain yang rumit. Membuatku tanpa sadar ingin tahu dan mencoba mendekatinya. Satu hal yang tak pernah ku tahu. Mendekati Arkan, sama dengan mendekatkanku pada ajal sendiri. -Bulan, 2019
All Rights Reserved
#31
kita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Persona
  • ZELINARKA
  • Friendship
  • Cephalotus
  • Fuck Boy
  • Semu [Completed]
  • 365 Day's to Fall in Love
  • SI TAMPAN AERO
  • Back For Me (Completed)
Persona

TERBIT 📖 - Ara tahu ada rumor tidak mengenakkan tentang Della yang beredar di sekolah. Kepintaran Della memang tidak diragukan, tapi rumor tentang kehidupan malam cewek itulah yang sering dibicarakan teman-teman sekelasnya. Ara tak terlalu peduli, toh gosip itu tidak mengganggu program belajar bersama mereka untuk lomba sains tingkat kota yang akan dilaksanakan bulan depan. Namun, sore itu Ara melihat Della dijemput seorang cowok. Cowok yang pernah dan masih singgah di hati Ara--Elvan. Ara berusaha menghilangkah praduga di kepalanya mengenai hubungan Elvan dan Della. Namun, tetap saja dia gagal merealisasikan keinginannya itu. Dia tersenyum getir saat kepingan kenangan itu kembali muncul. Lagi. - Persona Copyright©2017 by Sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines