Secarik Mozaik

Secarik Mozaik

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
"Ng..ng...emm...brmmm..." Gumaman tak jelas keluar dari mulut mungil Iza. Tak ayal, gumaman itu cukup membuat kepalaku tertoleh pada tubuh mungil yang tengah beringsut di ruang tengah. Ruang itu telah dibuatnya berantakan. Tangannya sibuk meraih model huruf-huruf berwarna-warni berbahan dasar plastik. Kuteruskan pekerjaan mengupas bawang yang sempat terpenggal sejenak. Setidaknya, dari dapur ini aku masih bisa mengawasinya. Tiba-tiba, Brakk! Terdengar seperti sesuatu yang jatuh. Aku terkesiap. Segera kutinggalkan goreng ikan yang sedang kumasak dan berlari ke ruang tengah. Ya Allah! "Izaa...." Panggilku panik. Tubuh mungil itu kini dipenuhi tumpukan buku-buku. Segera kuselamatkan gadis kecilku itu. Tumpukan buku yang menindihnya kembali kutaruh di atas meja. Aku sangat ceroboh menaruhnya terlalu dekat dengan pinggiran meja. Pasti dia sudah mengacak-acaknya. ========== Berisi beberapa kumpulan cerita pendek. Bukan saling berkaitan. enjoy
All Rights Reserved
#8
spirit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Boyfriend
  • ice bear kesayangan
  • friendzone [ SELESAI ]
  • Mental Disease
  • Ratapan seorang JONES!
  • Sudut pandang (felisha)
  • ALYA
  • Transmigrasi si bar-bar

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines