Secarik Mozaik

Secarik Mozaik

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
"Ng..ng...emm...brmmm..." Gumaman tak jelas keluar dari mulut mungil Iza. Tak ayal, gumaman itu cukup membuat kepalaku tertoleh pada tubuh mungil yang tengah beringsut di ruang tengah. Ruang itu telah dibuatnya berantakan. Tangannya sibuk meraih model huruf-huruf berwarna-warni berbahan dasar plastik. Kuteruskan pekerjaan mengupas bawang yang sempat terpenggal sejenak. Setidaknya, dari dapur ini aku masih bisa mengawasinya. Tiba-tiba, Brakk! Terdengar seperti sesuatu yang jatuh. Aku terkesiap. Segera kutinggalkan goreng ikan yang sedang kumasak dan berlari ke ruang tengah. Ya Allah! "Izaa...." Panggilku panik. Tubuh mungil itu kini dipenuhi tumpukan buku-buku. Segera kuselamatkan gadis kecilku itu. Tumpukan buku yang menindihnya kembali kutaruh di atas meja. Aku sangat ceroboh menaruhnya terlalu dekat dengan pinggiran meja. Pasti dia sudah mengacak-acaknya. ========== Berisi beberapa kumpulan cerita pendek. Bukan saling berkaitan. enjoy
All Rights Reserved
#164
fight
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Sudut pandang (felisha)
  • friendzone [ SELESAI ]
  • Human Living (Slow update)
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Ratapan seorang JONES!
  • Ayesha Transmigration
  • ice bear kesayangan
  • Boyfriend

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines