Story cover for Temand by Lanhee_
Temand
  • WpView
    LECTURAS 237
  • WpVote
    Votos 78
  • WpPart
    Partes 11
  • WpView
    LECTURAS 237
  • WpVote
    Votos 78
  • WpPart
    Partes 11
Continúa, Has publicado feb 05, 2019
Namaku Zilla. Nama panjangnya? Tidak aku tidak punya nama panjang. Sudah, kamu panggil saja aku Zilla. Tapi, maaf, kadang aku suka tidak mendengar jika ada orang memanggil. Kamu harus bersabar, ya.

Di sini aku menceritakan perjalananku selama masa SMA. Banyak sekali orang bilang masa SMA adalah masa menemukan cinta. Tapi bagiku, masa ini adalah bagaimana aku menemukan teman. 

Arti teman sesungguhnya. 

Aku tidak percaya kalau si keriting akan jadi teman baik. Pasalnya saat pertama kali kita bertemu, kita bertengkar.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Temand a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#55read
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Lovakarta de imaginayii
71 partes Concluida
[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Lovakarta cover
Alveira's Love [Selesai] cover
Ini Cinta Atau Bukan? cover
Not Perfect (COMPLETED) cover
Ketaksaan Cinta ✔️ cover
43 Bagian Cerita Vanys [END] cover
Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔ cover
Everything Happens for a Reason cover
MUARA (END) cover
About feelings   (selesai) cover

Lovakarta

71 partes Concluida

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.