VOICE BEYOND THE WAVES

VOICE BEYOND THE WAVES

  • WpView
    Reads 58,729
  • WpVote
    Votes 321
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Secret/Surprise Baby
Billionaires and CEOs
Slice of Life
Sembilan tahun mendampingi Darren Halim, Rainie percaya pria itu adalah tempatnya pulang. Bahkan saat trauma kecelakaan merenggut pendengarannya, Darren selalu setia di sisinya-mempelajari bahasa isyarat di tengah padatnya jadwal kerja. Namun, kehangatan itu hancur dalam semalam. Tepat di malam pendengarannya pulih seratus persen, Rainie mendengar sendiri kalimat menghancurkan dari mulut Darren di balik punggungnya: "Aku cuma kasihan sama dia." Tanpa mengucap sepatah kata pun, Rainie melangkah pergi. Ia melenyapkan dirinya dari Jakarta, meninggalkan cincin pertunangan dan surat medis pulihnya pendengaran di atas meja rias. Malam itu, Darren kehilangan Rainie untuk selamanya. tanpa pernah menyadari sebuah rahasia besar yang ikut terbawa pergi bersama wanita itu. Enam tahun berlalu. Darren hidup dalam kehampaan dan penyesalan mendalam sebagai CEO Halim Group. Pencariannya buntu, hingga sebuah proyek ekspansi investasi raksasa memaksanya terbang ke sebuah kota pesisir luar negeri untuk menemui petinggi dinasti bisnis internasional, Tan Enterprise. Darren pikir ia hanya sedang mengejar ambisi bisnis. Ia tidak pernah menduga bahwa langkah kaki itu justru membawanya tepat ke sarang keluarga Rainie. Di sebuah vila megah tiga lantai gaya Hamptons di tepi pantai, Rainie telah menjelma menjadi Rainie Iris Tan-sosok wanita anggun, dingin, dan mandiri yang dilindungi oleh benteng kekuasaan dinasti Tan. Rainie bukan lagi gadis rapuh yang bisa Darren sentuh dengan mudah. Namun, kejutan terbesar Darren bukanlah perubahan Rainie - melainkan munculnya seorang bocah laki-laki berusia lima tahun di tepi pantai. Bocah bernama Archen itu memiliki mata monolid hitam pekat dan raut wajah yang sangat identik dengan masa kecil Darren. Saat rahasia masa lalu terkuak dan benteng kekuasaan keluarga Tan menghalangi jalan, sanggupkah Darren mengejar kembali 'suara' yang pernah ia sia-siakan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • Mulih (END)
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines