Jujur Yang Tak Terbalas

Jujur Yang Tak Terbalas

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
Malam itu, aku pun termenung dalam diamnya malam yang menyelimuti seluruh tubuhku. Dan yang ku ingat hanya harapan yang tak kunjung datang dan beribu pertanyaan yang selalu kembali mengganjal. Iya, memang memiliki bukan sekedar rasa yang tumbuh merasakan tapi juga harus kuat memilih menetapkan. Kadang tak sesuai ekspektasi tapi realita bicara bahwa itu yg terbaik adanya. Jujur, bertahan dalam diam, selimut dalam cemburu, menginginkan dari salah satu, dan berharap untuk menjadi kalbu itu menyakitkan. Kenapa? hanya disini aku yang suka dengan menangisi tanpa kau harus mengerti, itulah hobby baruku. Senja kadang berbicara, beristirahat lah. Dia pun bukan manusia sempurna yang segala sesuatu yang kau bicara dapat memahaminya. Tapi yang kini ku tahu, kau bukan haluanku untuk berpaling. Tetapi menjadi penanda dari bahagia yang masih belumku punya. Menggapai yang tak pasti memang lelah, tapi mencari yang terbaik memang harus sabar dan tabah. ~Kim Andi~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • Rendra & Lila [END]
  • You're Here, But Not For Me
  • Senja Yang Tak Kembali
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • I Love You

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines