We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Convivencia

Convivencia

  • WpView
    Reads 3,694
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Laki laki dengan jaket denim itu menatap gadis berambut cokelat dengan tatapan mematikannya. Rahangnya mengeras hingga membuat tulang laki laki itu tercetak jelas di wajahnya. Tangannya juga mencengkeram bahu gadis itu dengan kuat. Sedangkan yang dicengkeram itu hanya bisa diam dan meringis begitu tangan laki laki tersebut mencengkeram kuat bahunya hingga menimbulkan rasa sakit pada gadis itu. "A-apa yang kau inginkan, brengsek?!" Pertanyaan itu keluar dari mulut gadis yang sedari tadi hanya diam ketakutan. Tangannya memegang erat ujung rok, berusaha menguatkan dirinya dan menahan rasa takutnya. "Mengapa kau masih bertanya, hm? Bukankah kau tau kalau yang aku inginkan hanya kamu?" Alis laki laki itu terangkat sebelah, oh shitt.. ia terlihat sangat tampan sekarang. Wajahnya seakan menggoda Zena untuk terpesona. "Cepat katakan apa maumu dan lepaskan aku!!" Teriak Zena, namun laki laki itu hanya diam dan tertawa ringan. Bryan, laki laki dengan kepribadian yang sulit ditebak, arogan, sombong dan jangan lupakan sifatnya yang suka bertindak sesuka hatinya. Hati? Apa ia memilikinya? Tidak ada yang tahu mengenai itu. Tapi dibalik sifatnya, ia adalah laki laki tinggi berparas tampan, dengan rambut berwarna cokelat, hidung mancung dan mata tajam beriris cokelat tua. "Kau ingin aku mengatakannya? Berjanjilah padaku kau akan mengabulkannya.." "Aku ingin kau jadi kekasihku." Ucap Bryan dengan suara beratnya. Di akhir kalimatnya ia menyunggingkan senyum tipis yang membuat jantung Zena semakin berpompa dengan cepat. "In your dream!" Teriak Zena dengan keras di depan wajah Bryan yang hanya berjarak 15 centi di depannya. "Tidak mau? Baiklah.." wajah laki laki itu mendekat, begitu juga dengan bibirnya yang semakin mendekat ke wajah Zena, dan berhenti di telinga gadis itu. Membuat Zena menutup matanya rapat rapat dan merapalkan doa. Napas hangat laki laki itu juga terasa jelas berhembus di leher Zena. "Kalau begitu, aku akan membuatmu menjadi istriku, Brianna Zenata Heaton."
All Rights Reserved
#79
beautiful
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miss You Love
  • Silent Heart!
  • Ketua Kelas VS Wakil Ketua Kelas (COMPLETED)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Accidental' (END)
  • Meniduri Wanita Lain [END]

"Aku sudah pernah katakan, aku siap dengan cobaan dan hantaman yang akan menerpaku. Aku lelah bersembunyi terus. Tidak ada satu orang pun yang ingin masuk dalam lingkaran masalah yang berat. Aku tidak bisa berdiam diri, tidak punya pilihan karena hanya inilah pilihan itu. Aku siap menghadapi, dengan atau tanpa bantuan siapa pun." Sang wanita berlari dan terus berlari. Kehidupan sudah memporak porandakan kemewahan dan kesenangan yang selama ini dicecapnya. Ia sadar semua sudah hilang, harapannya hanya satu, berusaha menemukan cinta yang tulus untuknya. Kekejaman sang paman dan mantan ibu tiri, membawanya pada tiga pria yang ternyata menyayangi dan mencintainya sedari kecil. Ikatan cinta masa kecil yang tidak akan pernah terlupakan. ===== Adrien, mantan suami yang terus menyayangi sang wanita. "Aku tahu kamu akan datang untukku. Aku tahu kamu tidak akan benar-benar meninggalkanku. Hatiku selalu berteriak, aku merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku rindu senyumanmu, aku rindu menghabiskan waktu bersamamu, aku rindu saat kita tertawa bersama-sama. Aku merindukanmu. Zeid, lelaki lembut dengan beribu pesona. "Cukup bagiku untuk mengetahui bahwa perasaanku tidak salah. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, rasa itu membara lagi dan aku berjanji tidak akan menundanya. Kamu adalah satu-satunya milikku. Zein, lelaki arogan dan kasar, susah ditebak apa yang ada dalam pikirannya. "Aku berkorban untukmu, bukan untuk hal yang sia-sia. Aku punya tanggung jawab terhadapmu karena rasa cintaku. Aku tidak perlu menyatakan cinta jika hanya menginginkan tubuhmu karena aku bisa mendapatkannya dengan wanita mana pun. Kamu salah, kamu tidak bisa membayar apa yang telah kukorbankan. Mungkin kamu masih menganggap ini sebagai main-main namun waktu akan membuktikannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines