Story cover for Convivencia by mrs_gee
Convivencia
  • WpView
    Reads 3,679
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 3,679
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Feb 06, 2019
Laki laki dengan jaket denim itu menatap gadis berambut cokelat dengan tatapan mematikannya. Rahangnya mengeras hingga membuat tulang laki laki itu tercetak jelas di wajahnya. Tangannya juga mencengkeram bahu gadis itu dengan kuat.

Sedangkan yang dicengkeram itu hanya bisa diam dan meringis begitu tangan laki laki tersebut mencengkeram kuat bahunya hingga menimbulkan rasa sakit pada gadis itu.
"A-apa yang kau inginkan, brengsek?!" Pertanyaan itu keluar dari mulut gadis yang sedari tadi hanya diam ketakutan. Tangannya memegang erat ujung rok, berusaha menguatkan dirinya dan menahan rasa takutnya.

"Mengapa kau masih bertanya, hm? Bukankah kau tau kalau yang aku inginkan hanya kamu?" Alis laki laki itu terangkat sebelah, oh shitt.. ia terlihat sangat tampan sekarang. Wajahnya seakan menggoda Zena untuk terpesona.
"Cepat katakan apa maumu dan lepaskan aku!!" Teriak Zena, namun laki laki itu hanya diam dan tertawa ringan. 

Bryan, laki laki dengan kepribadian yang sulit ditebak, arogan, sombong dan jangan lupakan sifatnya yang suka bertindak sesuka hatinya. Hati? Apa ia memilikinya? Tidak ada yang tahu mengenai itu. Tapi dibalik sifatnya, ia adalah laki laki tinggi berparas tampan, dengan rambut berwarna cokelat, hidung mancung dan mata tajam beriris cokelat tua.

"Kau ingin aku mengatakannya? Berjanjilah padaku kau akan mengabulkannya.."

"Aku ingin kau jadi kekasihku." Ucap Bryan dengan suara beratnya. Di akhir kalimatnya ia menyunggingkan senyum tipis yang membuat jantung Zena semakin berpompa dengan cepat.
"In your dream!" Teriak Zena dengan keras di depan wajah Bryan yang hanya berjarak 15 centi di depannya.

"Tidak mau? Baiklah.." wajah laki laki itu mendekat, begitu juga dengan bibirnya yang semakin mendekat ke wajah Zena, dan berhenti di telinga gadis itu. Membuat Zena menutup matanya rapat rapat dan merapalkan doa. Napas hangat laki laki itu juga terasa jelas berhembus di leher Zena.

"Kalau begitu, aku akan membuatmu menjadi istriku, Brianna Zenata Heaton."
All Rights Reserved
Sign up to add Convivencia to your library and receive updates
or
#596mine
Content Guidelines
You may also like
Zenna Story by Senaaraini
37 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
Miss You Love by Bimadiaz
6 parts Complete Mature
"Aku sudah pernah katakan, aku siap dengan cobaan dan hantaman yang akan menerpaku. Aku lelah bersembunyi terus. Tidak ada satu orang pun yang ingin masuk dalam lingkaran masalah yang berat. Aku tidak bisa berdiam diri, tidak punya pilihan karena hanya inilah pilihan itu. Aku siap menghadapi, dengan atau tanpa bantuan siapa pun." Sang wanita berlari dan terus berlari. Kehidupan sudah memporak porandakan kemewahan dan kesenangan yang selama ini dicecapnya. Ia sadar semua sudah hilang, harapannya hanya satu, berusaha menemukan cinta yang tulus untuknya. Kekejaman sang paman dan mantan ibu tiri, membawanya pada tiga pria yang ternyata menyayangi dan mencintainya sedari kecil. Ikatan cinta masa kecil yang tidak akan pernah terlupakan. ===== Adrien, mantan suami yang terus menyayangi sang wanita. "Aku tahu kamu akan datang untukku. Aku tahu kamu tidak akan benar-benar meninggalkanku. Hatiku selalu berteriak, aku merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku rindu senyumanmu, aku rindu menghabiskan waktu bersamamu, aku rindu saat kita tertawa bersama-sama. Aku merindukanmu. Zeid, lelaki lembut dengan beribu pesona. "Cukup bagiku untuk mengetahui bahwa perasaanku tidak salah. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, rasa itu membara lagi dan aku berjanji tidak akan menundanya. Kamu adalah satu-satunya milikku. Zein, lelaki arogan dan kasar, susah ditebak apa yang ada dalam pikirannya. "Aku berkorban untukmu, bukan untuk hal yang sia-sia. Aku punya tanggung jawab terhadapmu karena rasa cintaku. Aku tidak perlu menyatakan cinta jika hanya menginginkan tubuhmu karena aku bisa mendapatkannya dengan wanita mana pun. Kamu salah, kamu tidak bisa membayar apa yang telah kukorbankan. Mungkin kamu masih menganggap ini sebagai main-main namun waktu akan membuktikannya."
Silent Heart! by TarisaNovitha27
6 parts Complete
"Al kenapa lo selalu liatin gue?Gue jadi bingung sama Lo kalo lagi berduaan gini" salsa bertanya serius kepada Alfa, karna sampai saat ini salsa bingung kenapa setiap sedang berdua, Alfa selalu menatap mata intens salsa. Dulu salsa memang cuek dengan tatapan Alfa, tapi semakin lama Salsa cukup penasaran dan ingin tahu alasan soal Alfa menatap nya seperti itu. Bingung lhoo ini salsa serius Dan shit Alfa bukan nya menjawab pertanyaan Salsa, justru ia semakin menatap mata bulat itu dan bahkan Alfa tersenyum. Satu detik Dua detik Empat detik ( tiga detik dulu sat ) Tiga detik ( nah baru bener ) Empat detik Lima detik Alfa mengangkat salah satu tangan nya dan meletakan nya tepat ditepian wajah Salsa. Tangan Alfa dengan lihai menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah salsa. ( Ulah angin nih pasti, pen sentil angin rasa nya author gengs ) Salsa masih termenung dengan Alfa yang menatapnya seperti itu dan perlakuan Alfa beberapa detik yang lalu:'' "Lo bukan bingung tapi gugup. gue rasa jantung lo harus dicek ke dokter setelah gue tatap Lo kaya gini" Stop! Bukan, bukan ini alasan yang ingin salsa dengar dari mulut Alfa! Belum sempat salsa mengangkat mulut nya untuk bicara. Alfa kembali melontarkan sesuatu. "Sa.. lo cantik. Boleh ya gue sayang sama Lo?" Deghhh Seakan detak jantung salsa terhenti seketika! Syok! Salsa syok! ( Kalo ga tau syok gua kasih tempe syok itu kaget yhahaaa ) __--__--__--__--__--__--__--__ DON'T COPY MY STORY!!! Sebelum baca follow dulu ya❣️Karna banyak part yang bakal aku privat guys🌈
You may also like
Slide 1 of 9
Zenna Story cover
Miss You Love cover
Silent Heart! cover
90 Days with Devil  cover
Meniduri Wanita Lain [END] cover
Arion (End) cover
Can We? cover
Ketua Kelas VS Wakil Ketua Kelas (COMPLETED)  cover
Ellara Le Runa cover

Zenna Story

37 parts Ongoing

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!