Convivencia

Convivencia

  • WpView
    Reads 3,692
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
Laki laki dengan jaket denim itu menatap gadis berambut cokelat dengan tatapan mematikannya. Rahangnya mengeras hingga membuat tulang laki laki itu tercetak jelas di wajahnya. Tangannya juga mencengkeram bahu gadis itu dengan kuat. Sedangkan yang dicengkeram itu hanya bisa diam dan meringis begitu tangan laki laki tersebut mencengkeram kuat bahunya hingga menimbulkan rasa sakit pada gadis itu. "A-apa yang kau inginkan, brengsek?!" Pertanyaan itu keluar dari mulut gadis yang sedari tadi hanya diam ketakutan. Tangannya memegang erat ujung rok, berusaha menguatkan dirinya dan menahan rasa takutnya. "Mengapa kau masih bertanya, hm? Bukankah kau tau kalau yang aku inginkan hanya kamu?" Alis laki laki itu terangkat sebelah, oh shitt.. ia terlihat sangat tampan sekarang. Wajahnya seakan menggoda Zena untuk terpesona. "Cepat katakan apa maumu dan lepaskan aku!!" Teriak Zena, namun laki laki itu hanya diam dan tertawa ringan. Bryan, laki laki dengan kepribadian yang sulit ditebak, arogan, sombong dan jangan lupakan sifatnya yang suka bertindak sesuka hatinya. Hati? Apa ia memilikinya? Tidak ada yang tahu mengenai itu. Tapi dibalik sifatnya, ia adalah laki laki tinggi berparas tampan, dengan rambut berwarna cokelat, hidung mancung dan mata tajam beriris cokelat tua. "Kau ingin aku mengatakannya? Berjanjilah padaku kau akan mengabulkannya.." "Aku ingin kau jadi kekasihku." Ucap Bryan dengan suara beratnya. Di akhir kalimatnya ia menyunggingkan senyum tipis yang membuat jantung Zena semakin berpompa dengan cepat. "In your dream!" Teriak Zena dengan keras di depan wajah Bryan yang hanya berjarak 15 centi di depannya. "Tidak mau? Baiklah.." wajah laki laki itu mendekat, begitu juga dengan bibirnya yang semakin mendekat ke wajah Zena, dan berhenti di telinga gadis itu. Membuat Zena menutup matanya rapat rapat dan merapalkan doa. Napas hangat laki laki itu juga terasa jelas berhembus di leher Zena. "Kalau begitu, aku akan membuatmu menjadi istriku, Brianna Zenata Heaton."
All Rights Reserved
#282
pacaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ellara Le Runa
  • Secrets and Agreements
  • Silent Heart!
  • Arion (End)
  • Can We?
  • Miss You Love
  • Adka Is BABY [FemDom]

Akankah Zan bisa memenuhi 17 harinya dan mengatakan bahwa ia begitu mencintai Ellara Le Runa? Namun kenyataannya, Zan adalah sebenar-benarnya lara. Sebab tiada lagi warna, ketika hujan turun sehari setelah hari ke 17 yang pria itu janjikan. Ia pergi membawa cintanya dan melebur dalam hangatnya pelukan semesta. Publish on September 2022 Cover edit by: Canva Pict by : Pintrest

More details
WpActionLinkContent Guidelines