Take It or Leave It

Take It or Leave It

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Nanti 6 tahun lagi kalau kita masih sendiri, mungkin kita bisa balik lagi. Sekarang kita pisah dulu, fokus dengan pencapaian masing-masing." Kata Kina, setelah ayahnya mengetahui hubungan dia dengan pacarnya, Aga. 6 tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali. Akankah mereka kembali lagi sesuai janji 6 tahun yang lalu? Slow update
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet
  • Revano [#1 SAVAGE SERIES]
  • Tuan Muda Gevindra [COMPLETED]
  • MOMENT[On GOING]
  • UnEXpected [Terbit Di Karos Publisher]
  • My Love Is You [Lengkap ✓]
  • Alvito
  • TitikTemu
  • EGOIS : CARKA ✓

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines