{Misteri, Sipiritual, Teenfiction, Paranormal}
• Anjani Zaskia. Seorang gadis yang baru saja menjalani hijrahnya saat ini.
Berkeinginan mengajak banyak orang untuk berhijrah bersama, dan berjalan di jalan kebenaran.
Memiliki indera keenam penglihatan, bisa melihat sosok makhluk halus disekitarnya.
Namun sebuah kecelakaan menimpanya, membuatnya harus mengalami koma selama 2 minggu.
• Haikal Radityar. Seorang remaja Sma yang memegang prinsip agamanya (ISLAM) dengan kuat.
Memiliki indera keenam pendengaran, bisa merasakkan dan mendengarnya adanya sosok makhluk halus.
Suatu hari, sebuah kecelakaan beruntun menimpanya. Membuatnya harus kehilangan kedua bola matanya. Apakah Haikal akan menjalani kehidupannya tanpa kedua bola matanya?
• Zarfasya Anita. Seseorang gadis Sma, adik dari Haikal.
Memiliki rasa trauma, dan tidak percaya pada setiap perkataan orang buta. Baginya, orang yang berkata jujur adalah orang yang berani menatapnya dan melihatnya, dan Zarfa bisa melihat isi hati seseorang lewat kedua bola matanya.
Orang yang berbicara tanpa melihat dan menatapnya, baginya itu bulshit.
Namun apakah ia akan menganggap setiap perkataan Haikal adalah bulshit?
• Bela Versani. Gadis Sma yang bersangkutan dengan kasus Anjani dan Haikal.
Siapakah Bela?
Apakah ia akan berlaku adil dan bertanggung jawab pada Anjani & Haikal yang kasusnya bersangkutan dengannya?
Selfreminder.
Sebuah cerita yang akan membantu mengingatkan, bahwa berhijrah itu tidak harus menunggu hidayah dari Allah terlebih dahulu.
Dan berhijrah bukan karena seseorang, melainkan jika bukan karena Allah.
"Berubah/Bertaubat tidak harus menunggu mendapatkan hidayah terlebih dahulu dari Allah. Berubahlah! Karena yang mendapat hidayah saja belum tentu masih memiliki kesempatan untuk memperbaikkinya."
🌹🌹
Ini adalah kisah tentang hijrah yang tak selalu mulus, tentang hati yang mulai digerakkan oleh cahaya Allah. Hana, remaja biasa yang tersentuh oleh kalam dakwah, memulai langkah pertamanya menuju hidayah. Sementara Zafar, sang dai muda, kembali dari Mesir untuk menyinari tanah kelahirannya dengan ilmu dan cinta. Di antara ujian dan perjuangan, mereka belajar: bahwa hidayah itu datang, bagi hati yang mau membuka diri.