Story cover for NYAMAN by MartaSenja
NYAMAN
  • WpView
    Membaca 202
  • WpVote
    Vote 47
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 202
  • WpVote
    Vote 47
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Feb 07, 2019
Entah bagaimana awalnya aku dapat merasakan kenyamanan yang bahkan aku belum pernah bertemu dengannya. Dia seorang lelaki yang humoris. Selalu mempunyai topik yang menarik. Tanpa sadar aku tertawa sendiri saat membaca chat darinya.

Bagaimana perasaanmu jika kamu merasa nyaman pada seseorang. Yang bukan siapa - siapa mu? Takut kehilangan? Takut dia pergi? Tentu saja. Namun apakah kamu punya hak untuk itu?
*****

Aku pernah nyaman dengan seseorang, benar - benar nyaman hingga aku merasa takut kehilangannya. Dan apa yang aku takutkan pada saat itu,  sekarang benar - benar terjadi. Sedih? Iya. Kecewa? Tentu. Kenapa(?) Dia kan bukan siapa - siapa mu? Itu karena aku telah berharap lebih padanya. Dan itu semua salahku sendiri. Aku sadar.

Dan untuk kamu yang telah pergi, terima kasih telah menemaniku walau hanya sementara. Terima kasih karena telah mengukir cerita, dan melukis tawa dalam hidup ku. Sehingga aku dapat merangkai kisahku dalam cerita ini.
*****
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan NYAMAN ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#18sementara
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Laksana [END] cover
Just Friend cover
HaluNatasha cover
Do You Miss Me ? cover
I Want You To Heal This Rift💔 (BELUM REVISI) cover
Letting Go cover
My Love Story cover
Hoping Better cover
MAHENDRA cover

Laksana [END]

39 bab Lengkap

Wajah datar dan kaku menghiasi hari-hariku selama 2 tahun terakhir. Ini adalah bentuk pertahanan diri, agar orang lain tidak memandangku dengan tatapan kasihan. Aku benci itu. Semua berjalan seperti air mengalir. Hidupku tentram walaupun terlihat monoton. Tapi siapa sangka di balik itu semua ada rahasia yang tersimpan di ingatanku. Semuanya masih terlihat jelas, bahkan sangat jelas. Seakan-akan peristiwa itu baru terjadi kemarin. Dan ingatan itu terus menghantuiku sampai sekarang. Tiba-tiba seseorang datang dihidupku, membuatku terusik. Bukan karena merasa tersaingi, tapi gelisah karena sepertinya ia mengetahui sesuatu tentangku, dan aku tidak siap untuk itu. Ingatkan aku untuk tetap menjaga jarak dengan orang itu. Seseorang bernama Vino. Tapi apakah aku bisa terus menghindar? Atau malah justru aku yang berusaha untuk mendekatinya?