Garis Waktu

Garis Waktu

  • WpView
    Lecturas 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 7, 2019
WpInfo
Ficción
Misterio
Seorang pemuda dibangunkan alarm ponselnya pada pagi buta. Dirinya tak pernah merasa menyetel alarm pada waktu tersebut. Yang lebih mengherankan, tubuhnya telah dipenuhi bekas luka dan pukulan padahal sehari sebelumnya tak ada hal aneh dan tak biasa.
Todos los derechos reservados
#299
psikologi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Resonansi Waktu
  • KUTUKAN DESA SIWALAN
  • Behind the mysterious story of twins
  • Unspoken Boundaries [END]
  • Good Neighbor
  • Dulu Kekasihmu Kini Selingkuhanmu
  • Detective And Thief

Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido