Dua Anak Panah

Dua Anak Panah

  • WpView
    LETTURE 81
  • WpVote
    Voti 21
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadCompleta ven, feb 8, 2019
Semenjak kematian orang tuanya karena keserakahan paman sendiri, Keinara Syani kehilangan cahaya hidupnya. Sedikit demi sedikit ia membangun kembali harapannya. Bukan keinginan yang besar, hanya keinginan kecil dan naif. Tapi hanya itu satu-satunya hal yang tetap membuat dia bertahan di dunia ini. Meskipun ia tau, harapan itu membawanya pada dua pilihan yang memiliki satu tujuan. Cover by kazu 😍 Story by Noorun-eo
Tutti i diritti riservati
#73
rawsbestfriend
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Zenna Story
  • Second Life (End ✔️)
  • Sad Ending
  • Ananta Bandhana
  • Keajaiban Itu Ada..
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Young Soul Again || Time Travel [✓]
  • Sebuah Antara ✔
  • (One Shot) You & I

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti