Ketika Senja

Ketika Senja

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 7, 2019
Untuk apa ada cinta bila hanya menabur duka, terkadang tak selamanya seseorang yang saling mencintai bisa bersama entah terpisahkan oleh takdir atau memang tak bisa disatukan dalam sebuah ikatan. Ini bukan deskripsi sebenernya, intinya cerita yang akan saya posting bermacam-macam bentuknya. Seperti contoh misalnya hari ini saya akan posting cerita Ketika Senja, setelah cerita itu selesai saya akan memposting lagi cerita yang lainnya dalam satu kesatuan. Endingnya semuanya sama namun alurnya berbeda, cerita kumpulan seorang gadis yang memiliki kisah cinta yang tak seindah drama korea ckckck
All Rights Reserved
#22
cintataksampai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Senja Terlambat
  • My Beloved Brother |tamat|
  • 31 Months for You (Revisi)
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Amor Almira
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Sapa & Rasa
  • RAKA
  • Segenggam Harapan(END)

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines