Kisah anak baru yang mencintai teman sebangkunya, dan itu salah.
cinta berkata "kalau cinta tumbuh, apapun tidak akan menjadi penghalang, bahkan gender sekalipun"
larangan berkata "yang terlarang juga tetap menjadi larangan, apapun kekuatannya"
apakah cinta yang akan bertahan? Atau malah larangan itu yang akan mengakhiri semuanya?
sebenernya agak ragu mau nulis ini, soalnya bakal banyak yang menentang karna kisah cinta ini tuh terlarang, belum lagi sahabat sahabat aku yg bilang ini aneh, tapi karna itulah, aku ngrasa ketantang aja gitu, dan ini itu udah lama banget di draf, kalau mau komen yang alus, jangan langsung ngegas, komen pedes ngga papa, asal ngga ngegas dan satu lagi. Jangan pake bahasa binatang, karna aku manusia.
Happy Reading guys!
Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam).
Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia!
Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan.
Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak?
Kan sakit.
***
Peniu.