The Wizard and His Rival

The Wizard and His Rival

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sebuah kisah tentang dua seorang lelaki yang memiliki kekuatan yang berbeda didalam diri mereka. Namun, kekuatan itu terbagi atas dua kubu diantaranya adalah seorang penyihir dan seorang pengendali. Kedua kubu ini tidak pernah bisa bersatu, salah satu dari kubu ingin menaklukkan dan berkuasa dari kubu satunya. Pertemuan yang tidak disengaja itu menyatukan dua jiwa anak lelaki ini saat mereka masih kecil. Mereka berdua menjalin persahabatan sampai suatu saat salah satu dari mereka pergi tanpa kabar. Di hari terakhir pertemuan mereka, mereka sempat mengucapkan janji untuk menyatukan kedua kubu ini kelak saat mereka menjadi pemimpin di kubu mereka masing-masing nanti. Apakah kelak mereka bisa melakukannya?
All Rights Reserved
#15
telekinesis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petualangan Penyihir Jalanan : Benzaiten x Masked Man
  • The Mistake - END
  • THE JOURNEY OF DESTINY AMONG US (END)
  • Dek Zhuyan (Brothership)
  • Dua Jiwa, Satu Hidup (END)
  • From Silly Monster Into Extraordinary
  • Four Ladies of Praiser [TERBIT]
  • Destiny (ZhuYi)
  • [END] Dunia Kedua
  • EDELSTENEN [End]

Zen tidak tahu siapa, dimana, atau apakah dia punya keluarga kandung atau tidak. Karena sejak awal Zen besar di jalanan dengan orang-orang baik yang mau merawatnya meski tidak punya hubungan darah. Meski penasaran dan bertanya-tanya, dia tetap bisa hidup bahagia dan berkecukupan sebagai penyihir jalanan pemburu hadiah. Suatu hari seseorang bertopeng burung yang aneh memberitahu Zen informasi kecil yang mengarah ke apa yang dia cari. Maka kemudian Zen mengikuti instingnya untuk menemukan kejelasan tentang hal rasa ingin tahunya. Zen siap melakukan apapun. Bahkan jika sahabatnya mengatakan idenya gila, atau mungkin bersepakat dengan iblis, atau pun dia diharuskan memakai topeng dan memainkan sandiwara. Apapun yang dibutuhkan, terserahlah. Tekadnya sudah bulat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines