dia
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 7, 2019
dia... alasan aku bertahan sejauh ini alasan aku menunggu selama ini alasan aku mencintai sesabar ini aku tau... dia bukan siapa siapa dihidupku tapi,,, apakah aku salah mencintai seseorang? apakah aku salah memperjuangkan seseorang? dia bukan milikku! tapi aku yang berusaha memilikinya! apakah kamu tau? pergi meninggalkan seseorang yang sudah kita perjuangankan itu berat. karena dia adalah alasan sejak dulu untuk dipertahankan tidak mungkin aku mengingkari alasanku sendiri semua yang sudah diniati dari hati tidak mungkin dilepaskan dari hatinya sendiri dia alasanku,alasanku menjadikan aku berniat, berniat memperjuangkan seseorang, walau mungkin dia tidak ingin diperjuangkan. kadang aku berfikir? apakah aku ini pantas? aku ingin memilikinya,tapi dia tidak mengharapkan ku sedikitpun. yatuhan... sadarkan dia... semua kata kata yang kurangkai jadi kalimat tidak mampu membuka hatinya... ohh bulan,bintang,teman malamku... tolong beritau dia,, aku sedang berjuang untuk memilikinya... ohh angin malamkuu,, sampaikan padanya,aku rindu dia... bahkan jika dia merindukan ku,rindunya padaku tidak akan mampu mengalahkan rinduku padanya. selalu terfikir sebuah kata, yang kujadikan kalimat, kata itu hanya namanya, yang kurangkai karena aku mencintainya, "DIA".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • RAIN [END]
  • Bond
  • Memories in Moon
  • Bos Galak (ON GOING)
  • M a t a h a r i [COMPLETED]
  • Diam
  • I Told the Moon about You
  • MY LIFE ( ON GOING )
  • GARIS TAKDIR

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines