Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
I want u comeback

I want u comeback

  • WpView
    Membaca 1,822
  • WpVote
    Vote 161
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 23, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dia yang ku temukan dan bisa membuatku nyaman dengan caranya sendiri . Dan pada akhirnya kita memiliki hubungan yang lebih sebatas teman , kita selalu menghabiskan waktu bersama sama hingga lupa akan waktu . Dia yang bisa membuat ku mengerti akan kesetiaan, dan mengajarkan ku untuk tidak memilih pria yang sempurna melainkan menganggap dan melengkapi yang tidak sempurna menjadi lebih sempurna . Pada akhirnya ada masa dimana kita harus berpisah dengan kekecewaan dia kepadaku, dan aku ingin . . . . dia kembali. Pertanyaanku hanya satu "BISAKAH AKU MEMPERBAIKI SEMUANYA?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You're Here, But Not For Me
  • Semu [Completed]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • My Angel [EDITING]
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • Regrets of Love
  • Need You
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Cinta ini untukmu ( Completed )
  • GRIZLEN {On Going}

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan