Hunting and Haunted

Hunting and Haunted

  • WpView
    LECTURAS 174
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 24, 2019
WpInfo
No ficción
Chika terobsesi dengan hal-hal mistis sampai membuat Mamad merasa cewek itu aneh karena bisa-bisanya ekor kucing disangkanya gumpalan rambut. Kejengkelan Mamad belum berakhir sampai Chika menerima tantangan konyol dari cowok ganteng kelas sebelah yang katanya indigo, menarik dirinya dan gengnya untuk ikut jurit malam di sebuah bangunan bekas rumah sakit di kota Bandung. Belum lagi Chika membawa Eki, kakak kelas mereka yang misterius. Apa yang harus Mamad lakukan kalau-kalau aksi mereka sia-sia dan berakhir seperti yang sudah-sudah?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • love deleyed
  • ghostly heartbeat [END]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Mrs. Comblang [Completed]
  • Kutukan Tumbal
  • My Darrel
  • Vericha Aflyn ✔️

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido