Hunting and Haunted

Hunting and Haunted

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
Chika terobsesi dengan hal-hal mistis sampai membuat Mamad merasa cewek itu aneh karena bisa-bisanya ekor kucing disangkanya gumpalan rambut. Kejengkelan Mamad belum berakhir sampai Chika menerima tantangan konyol dari cowok ganteng kelas sebelah yang katanya indigo, menarik dirinya dan gengnya untuk ikut jurit malam di sebuah bangunan bekas rumah sakit di kota Bandung. Belum lagi Chika membawa Eki, kakak kelas mereka yang misterius. Apa yang harus Mamad lakukan kalau-kalau aksi mereka sia-sia dan berakhir seperti yang sudah-sudah?
All Rights Reserved
#254
ghost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • ALSTARAN [END]
  • HAUNTED (tamat)
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Kutukan Tumbal
  • Friendzone
  • My Girlfriend is a Ghost
  • Mrs. Comblang [Completed]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • VerLanO (END)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines