Keresahan Dalam Pemikiran

Keresahan Dalam Pemikiran

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 8, 2019
WpInfo
Poetry
Tagspuisi
Buku telah usang. Pena sudah tak merajang. Imaji kini tak tajam kembali. Jemaripun tak pandai menari. Brontak di bilang arogan. Lantang di kira mengancam. Berkumpul di tuduh, malah Menghawatirkan. Berbicara soal kebobrokan, ada yang bilang jangan macam macam. Manusia terancam dalam sebuah pemahaman. Publik dirajang oleh sebuah kebodohan. Kebebasan dalam pemikiran kini tertahan. Yang hanya bisa memperpanjang sebuah perbudakan. Propaganda apalagi yang kau lakukan. Negri ini butuh keadialan. Negri ini butuh kedamaian. Bahkan negri ini butuh kejujuran. Kami tak ingin mati dalam sebuh jeruji perbudakan. Ingin ku hancurkan permainan yang kalian lakukan. Berbicara lantang soal kebenaran. Menegakan hak atas Nama Kemanusiaan Tak ada yang bisa membedakan Karna kami melihat dari sebuah Kesetaraan Hak Keadilan harus di dapatkan Demi tercapainya sebuah kesejahteraan. (Tessa Nur Maulana)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • lost them
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • Rangkaian Aksara
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Lightning dark story
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines