The Terrible (Mengerikan)

The Terrible (Mengerikan)

  • WpView
    Reads 676
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
_____ ***_____ Dera wanita bipolar yang candu rokok dan alkohol terpaksa harus di bawa ke panti rehabilitasi oleh kakaknya sendiri saat di ketahui ia menyimpan lintingan ganja di dalam lemari tempat pakaian dalam. Hendak ia melarikan diri dari camp rehabilitasi yang terletak di belakang hutan dan tak ada orang yang mengetahui bahwa di dalam panti sungguh tersimpan rahasia mengerikan. Ketika Dera memanjat gerbang dan sebelum ia berhasil melakukan aksi pelarian itu rambut sebahunya di tarik oleh seseorang. ****** Hy Readers untuk melanjutkan ceritanya jangan lupa : -Vote -Komen -Follow Thanks
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • TABIR ILUSI ( TAMAT )
  • The Dark Side(END)
  • Lentera Lily
  • Journey of Raena (End)
  • the last of the twelve sisters
  • NERD [END ✔️]
  • FLOWERS IN MUNICH

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines