HELLBINO (MAYUREE X HAEL)

HELLBINO (MAYUREE X HAEL)

  • WpView
    Reads 633
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 10, 2023
Hidup dalam rumah agam. Anak yang terbiar. Penyakit aneh menjadikan dirinya seperti syaitan. Dia seorang saja syaitan? Tidak adil! Dunia ini perlu jadi neraka dulu sebelum manusia menjadi syaitan. Hidup dibuang keluarga. Anak yang dikasihi mana. Sentiasa ceria, sihat dan pintar di mata mama. Rumah agam yang ada... Bidadari? Menarik! Tetapi jika dunia ini syurga, mengapa ada manusia yang mementingkan darjat dan pangkat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SISA HUJAN LUKA [end] (revisi)
  • Mr Princeslon (REVAMP 2025)
  • HER LOVE LETTER [C]
  • BAHAGIAKAN AKU ENCIK PSIKO
  • Bidadara Dalam Hati©
  • BUNGA TERAKHIRKU ( salahkah terus berharap?)
  • LOVING MR MAFIA {✓}
  • Neighbours With Benefits (18+)

Ctass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dalam dirinya. "Jangan kau berani mendekatkan diri kau pada yang lain. Kamu dengar Halilintar?!" Soalnya dengan tajam dan dingin. Pada pandangannya, Halilintar bukanlah seperti seorang anak kecil yang harus dia kasihani tetapi dia memandang anaknya itu seperti seseorang yang sangat ia musuhi sejak lama. _________________________________________ "Kenapa Ayah pukul Hali? Hali tidak pernah pun nakal selama ni." Soalnya pada diri sendiri. Sungguh, hati kecil milik Halilintar selalu tertanya-tanya. Apa salahnya hingga dia dipukul oleh Ayahnya sendiri? Dia juga terkadang merasa dirinya dilayan teruk berbanding dengan saudaranya yang lain. Apakah ia sehina itu hingga dibenci sekali oleh Ayahnya sendiri? Sungguh dia merasa rapuh sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines