Satu Hari. Satu Belati. Satu Prasasti. "Jangan masuk jika kau hanya mencari hiburan. Masuklah jika kau mencari jalan pulang." Di dunia yang kian bising dan kehilangan makna, aku menawarkan sebuah laku prihatin: Satu hari, satu puisi, tanpa jeda yang mengkhianati janji. Selama sepanjang lingkaran tahun 2026, aku akan memahat peluh, air mata, dan doa sunyimu menjadi bait-bait yang tak lekang dijarah sangkala. Ini bukan sekadar buku; ini adalah Arsip Keabadian. Kenapa kau harus mengetuk gerbang ini setiap hari? Ritual Pagi: Satu baris yang digurat khusus untuk menyentuh jiwamu yang mungkin sedang mati suri. Oase Digital: Rumah paling hangat saat kau merasa terasing dalam dinginnya kesunyian dunia. Sumpah Penyair: Sebuah misi suci Fahri NR untuk memulangkan marwah Sastra Adiluhung ke singgasana yang mulia. Teguhkan batinmu. Sebab yang kau dekap bukanlah larik fana, melainkan wahyu kecil yang lahir dari rahim waktu. Ketuk gerbangnya. Sesap keheningannya. Jadikan hidupmu yang singkat, abadi dalam rima.
Mehr Details