My Story With You

My Story With You

  • WpView
    Reads 4,857
  • WpVote
    Votes 842
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 14, 2021
Hijrah itu mudah kok. Yang sulit itu Rasa Siap nya, Rasa Malu nya, dan Rasa gengsi nya. "Arif melamar aku, kak." Ucap Putri sembari menunduk. Davanca terkejut kontan menatap Putri yang sudah menunduk dalam. Ada rasa sesak yang tiba-tiba saja menusuk jantung nya. "Oh, Arif.. dia orang yang baik dan," Davaca menatik napasnya sejenak. "Dia juga orang yang Shaleh. Arif pasti bisa membimbing kamu." "TERIMA SAJA." Putri mengangkat wajahnya perlahan menatap Davanca yang kali ini menunduk membalik-balik halaman bukunya. Putri berusaha mencerna jawaban Davanca. Bukan, Itu jawaban yang putri harapkan. Putri berharap Davanca menyuruhnya menolak Arif dan sebagai gantinya ialah yang akan menggantikan posisi Arif. Keduanya saling merasa sakit. Saling menyukai namun sama-sama tak ada yang berani, mengungkapkan isi Hati. Dapatkah Davanca dan Putri bersama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • WANITA CADAR PILIHAN CEO
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • Neglectus
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Bang Arkan Pelindungku [Tamat]
  • 74/366
  • Ketika Senja Berkata Cinta (TERLARIS di Google Playbook)

1#hijrahcinta "Ta-tapi, kenapa ka Azam memilih saya untuk dijadikan pendamping?" "Bukannya kakak tau, dulu sikapku pada kakak seperti apa?" lanjut Syifa. Azam terdiam sekejap. "Tapi itu dulu kan?" tanyanya singkat. "Dan masa laluku sangatlah buruk. Aku tak pantas untuk kakak. Kakak itu agamanya sangat baik, sedangkan aku?" "Tapi kamu tidak hidup di masa lalu lagi. Kamu akan hidup di masa depan. Dan aku yakin kamu pasti menjadi wanita yang lebih baik." Azam berkata dengan nada santai. "Aku tak pantas untuk kakak," Syifa menundukkan kepalanya. "Kenapa?" "Aku ingin memperbaiki diri dulu." "Aku yang akan membimbingmu." "Lelaki yang baik, untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya. Kakak baik tapi aku tidak." "Berhenti merendahkan dirimu. Kamu memang belum baik sepenuhnya, tapi kamu sedang berusaha menjadi baik, kan? Aku akan membimbing mu." "Tapi kak..." "Apa ini tanda kamu menolak lamaranku?" "Tidak begitu..." "Semua terserah padamu. Aku akan menunggu jawabannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines