We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pria Senja

Pria Senja

  • WpView
    Reads 397
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Senja itu yang selalu terang karena kehadiranmu, kau selalu datang sebagai rembulan saat senja.. yang membawa isyarat dengan berjuta makna, yang takmampu kau ungkapkan padaku.. hanya dapat kau simpulkan semua itu dalam senyum manismu.. Dan dengan tatapan yang berbinar-binar itu, Aku yang memintamu untuk pergi saat senja, tapi kaulah yang selalu setia menemaniku menghabiskan senja, dan akhirnya kau pergi seiring perginya senja.. tapi kau masih menampakkan diri saat senja pula. Dan sampai seketika aku mulai menyukai senja, kaupun hilang entah kemana.. Apakah aku harus meminta senja untuk mengembalikanmu lagi? Ataukah kau akan kembali lagi saat senja? Dan akupun tak tau kau masih ingin mementingkan egomu atau kah kembali untukku.. Iya, pria senja.. Itulah nama yang tepat untukmu..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • AURORA [END]
  • RANNA
  • Seumpama Senja "Jangan Menyimpan Rasa Jika Tak Kuasa Menahan Rindunya"
  • Harapan Bunga Terakhir
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Janji Dibawah Langit Senja

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines