Love with Enemy

Love with Enemy

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tabora Sakza, si cowo ternyebelin sedunia. Sudah dipastikan, begitulah tanggapan Tsabira Bowrier. Bagi Tsabira, tiada hari tanpa berdebat dengan si mulut ombre (anggap saja panggilan sayang dari Tsabira untuk Tabora;). Tidak beda jauh dengan Tabora, tiada waktu tanpa kehadiran si macan betina (panggilan kesayangan dari Tabora untuk Tsabira) di sisinya. Tabora selalu ingin menang, sementara Tsabira tak ingin kalah. Tabora selalu merasa paling benar, sementara dengan keras kepalanya Tsabira menentang jika itu salah. Tapi siapa sangka, dengan saling berinteraksi setiap waktu, meski di setiap temu selalu merundingkan hal yang tidak perlu. Kedua insan berlawanan jenis itu memiliki tempat tersendiri dihatinya masing-masing yang tercipta oleh waktu. Pertanyaannya, apa definisi yang tepat untuk sebutan 'tempat tersendiri' itu bagi mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Zo Untuk Zia
  • Dari Terbit
  • Caramel
  • STAY [Complete]
  • Za For Zo (ZAZO)_END TERSEDIA PDF
  • Iya tapi Bukan
  • KENZOYA
  • Sangsaka

"Kalau Abang sukanya Kak Bela, Zia bisa apa? Tapi kalau Zia yang jodohnya Abang, Pacarnya Abang bisa apa?" Sejak ia kecil, ia sudah mengenal Kenzo. Sosok pemuda berusia tiga tahun diatasnya, yang ia anggap sebagai seorang kakak meskipun pemuda itu berkali kali membentak dan mengusirnya. Kenzia, dengan sifat keras kepalanya tetap menyayangi Kenzo dengan sepenuh hati hingga tiba saat usianya menginjak 16 tahun, untuk yang pertama kalinya ia merasakan perasaan tertarik akan lawan jenis, dan itu adalah Kenzo. "Gimana kalau ternyata gua udah mulai sayang sama lo?" Ia merupakan anak tunggal, tidak punya dan tidak mau mempunyai seorang adik. Tapi sosok Kenzia, yang selalu ia hindari bahkan sejak usianya 5 tahun, selalu saja mengganggunya bahkan hampir setiap hari, dan itu terjadi hingga kini usianya 19 tahun. Perasaan itu nyata, kala Benci itu perlahan berubah menjadi Cinta, mengenyahkan rasa gengsi dan Egonya. ● Karya ini di lindungi UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta •Hati-hati dengan tindakan Penjiplakan karena bisa dikenakan sanksi satu tahun penjara dan Denda 5 Milyar Rupiah• Start 15/12/19 - End 26/08/20 ©ElisyaIcha

More details
WpActionLinkContent Guidelines