Gadis yatim piatu yang ikut tinggal bersama keluarga pamannya mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh istrinya. Hingga pada suatu hari, ia melarikan diri dari rumah. Dari pelatian itu, takdir mempertemukan ia dengan seorang perempuan paruh baya yang begutu sangat baik padanya. Ia pun dinikahkan oleh anak semata wayang perempuan paruh baya itu. Pernikaham mereka itu sama sekali tidak di dasarakan oleh cinta, bahkan mereka sama-sama saling tak mempunyai perasaan. Lalu, bagaimanakah rumah tangga mereka yang tidak adanya cinta dan perasaan? Apakah cinta dan rasa itu tumbuh setelah menikah atau justru sama sekali tidak akan tumbuh?
More details