SELEZIONE
  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2019
Menjalani kehidupan remaja tanpa sosok orangtua memang bukan keinginan Aldylon Belvan. Namun, menjalani dendam akan seorang gadis di masa lalunya itulah yang dia inginkan. Khalisa Kya. Gadis periang yang mencoba menarik perhatian seorang laki-laki humoris. Aldylon Belvan. Namun, siapa sangka dia justru terlibat dalam dendam yang ia tak mengerti. SELEZIONE--- "Karena dendam yang salah menciptakan sebuah pilihan yang melibatkan rasa" ---- ⚠⚠⚠ PENULIS MASIH AMATIR, MOHON MAKLUM :)) dan terima kasih banyak untuk yg sudah menyempatkan baca bahkan vote!😚
All Rights Reserved
#12
kya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Angelina (BERALIH KE WEBNOVEL)
  • Fake Smile [End]
  • REGRET
  • MY CHOICE [SUDAH TERBIT]✔
  • ANANTA [COMPLETED]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Arsyilazka
  • Be with you

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines