Andito harus terbaring di rumah sakit karena stress berat. Bukan karena penyakit, melainkan karena tumpukan hutang kartu kredit dan pinjol yang tak lagi terbendung. Lima tahun bekerja dengan gaji dua digit, kini tabungannya hanya tersisa Rp 7,5 juta. Uang habis untuk gaya hidup dan gengsi, sementara DP rumah, dana pernikahan, dan masa depan yang seharusnya ia siapkan-semua tertunda. Ketika debt collector mulai mengejarnya, Andito sadar: masalah terbesarnya bukan pada penghasilan, tapi pada ketidaktahuan cara mengelola uang. Penyesalan itu datang terlambat. Tetapi kita bisa belajar dari ceritanya. 📘 Buku ini akan membantu kamu untuk: 1. Mengenal literasi keuangan dengan cara sederhana. 2. Membuat perencanaan masa depan: dana nikah, kendaraan, hingga rumah. 3. Melacak pengeluaran bulanan dan menemukan kebocorannya. 4. Memantau pertumbuhan kekayaan tiap tahun lewat dashboard sederhana. 5. Belajar cara kredit yang bebas riba, tanpa debt collector, dan tanpa ribet. 6. Membuat bonus tahunan sendiri: boros boleh, boncos jangan. 7. Memahami frugal living, minimalisme, dan manajemen keuangan yang sehat. Sebelum kisah Andito menjadi kisahmu. Mulailah menata tujuan hidup dari menata keuangan. Karena masa depan yang lebih baik, lahir dari keputusan finansial hari ini.
More details