I Don't Like You,But..

I Don't Like You,But..

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 16, 2019
Awalnya gue ga suka sama dia,bahkan gue benci dia! Tapi setelah gue di jodohin sama para temen gue,gue mulai punya rasa sama dia lebih dari temen,tapi gue takut.. Apakah dia juga merasakan yang sama seperti yang gue rasakan....? Gue takut gue hanya mengulang ini terus-menerus. Seperti kejadian gue waktu dulu... Cinta bertepuk sebelah tangan.. Bikin gue trauma sepanjang masa,bikin gue takut jatuh cinta lagi.. Tapi dia bikin gue kembali jatuh cinta,walau ketakutan itu masih menghantui gue seperti masih melekat di otak gue,menjadi bayangan yang selalu memperingati gue buat jangan jatuh cinta. Bisakah? Gue.. Jatuh Cinta Kembali..?
All Rights Reserved
#4
indahpermatasari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Kamu
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • Arsyilazka
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Love Me Back
  • FRIENDzone (Completed)
  • CINTA YANG NYATA
  • UTOPIS || Anthony Ginting

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines