Our Second Meeting

Our Second Meeting

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fanfic
Aku tidak pernah menyangka, pertemuan kita mengembalikan ingatan ku pada tragedi bodoh saat itu, dimana aku mencampakanmu hanya karena emosi semata. Bisa kuingat degan jelas, masa SMA kita yang diawali dengan taburan kenangan manis pupus seketika karna kesalahanku. Karna itu 8 tahun telah berlalu, kita kembali bertemu dalam keadaan yang tak disangka. Tuhan, inikah takdir indah yang selama ini kudambakan? - Carlv Jovier Gunawan Apa ini? Takdir apa yang telah tuhan berikan padaku? Mengapa bisa seseorang yang telah kumasuka dalam daftar blacklist karna telah berani memporak porandakan perasaanku dulu, dan membuat ku enggan melangkah kini kembali. Apalagi statusnya adalah anak dari CEO di perusahaan tempat ku bekerja. -Estella Mauragita Saat dua insan yang telah lama berpisah, kembali dipertemukan pada pertemuan yang dilandasi oleh takdir. Dimana satu diantaranya menyesal dan ingin memperbaikinya, dan salah sisanya mencoba lari karna tidak ingin tersakiti untuk kali keduanya. Our Second Meeting- By: Lolichan
All Rights Reserved
#994
masalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BRYAN ALEXANDER
  • Kembali [END] ✔️
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • LOVE in SILENCE
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Heart Attack
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Dulunya yang ku kenal hanyalah hitam, putih, dan abu-abu. Namun saat ini warna yang lebih indah datang dan menjadikan segalanya menjadi jauh lebih bermakna. Ketika aku mengenalmu, di situlah aku menyadari bahwa akan ada perubahan di setiap waktu yang telah kita jalani. -BRYAN ALEXANDER --------------------------------------------------- Kita sebagai manusia tak bisa memilih takdir yang kita inginkan. Ketika semesta tak mengizinkan kita untuk tersenyum, maka kita harus memilih antara menjalaninya atau mengakhirinya dengan terpaksa. Ini sebuah kisah tentang kedua insan yang mempunyai masa lalu yang tak indah untuk dikenang, dan begitu pahit untuk dirasakan. Meskipun begitu mereka tetap menjalani hidup dengan senyuman yang terlukis indah. Akankah mereka bisa melupakan masalalu nya dengan lebih baik?? Apakah mereka bisa keluar dari masalalu yang begitu buruk untuk mereka kenang? Cr cover: @iniristiani259(pinterest) SELAMAT MEMBACA YA HAPPY READING GUYSS

More details
WpActionLinkContent Guidelines