Never Change (Tamat)

Never Change (Tamat)

  • WpView
    Leituras 12,656
  • WpVote
    Votos 732
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 21, 2019
7 tahun telah berlalu sejak pertemuan terakhir mereka, meninggalkan masa remaja yang ceria. Ify kini telah tumbuh menjadi wanita muda yang lebih dewasa. Setelah lama meninggalkan Indonesia, Ify memutuskan tuk kembali membawa sebongkah kerinduan yang terus ia simpan untuk seseorang yang telah mengikrarkan sebuah janji bersamanya tuk setia saling menjaga hati. Namun setibanya ia di Indonesia, berbagai kejutan telah menanti dirinya. Dia harus dihadapkan dengan keadaan yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Apakah rindu itu akan tersambut? Atau hanya tercampakkan dengan kejam? Apakah cinta akan bisa kembali pulang ke titik awalnya ia tumbuh dengan indah? Apakah hatinya bisa bertahan memegang teguh janji hati itu? Never Change. Sebuah cerita baru yang masih menarik benang merah cerita pertamanya: Promise. Kini kembali hadir dengan cerita yang lebih matang dan dalam, dengan penokohan Ify, Gabriel, dkk yang telah tumbuh lebih dewasa. Enjoy! @tri3am
Todos os Direitos Reservados
#14
ify
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Story About Us (COMPLETED)
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • L O V E ❤ (ENDING)
  • BROKEN
  • RIFY (Short Stories)
  • Secret Book{✔}
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • Di Kala Remaja
  • Mini Cerbung [FF] - Camera In Love

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo