Imperfect Summoner: Fukanzen

Imperfect Summoner: Fukanzen

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2020
Dengan susah payah pemuda tersebut mencoba menegakkan badannya. Mobile suit yang ia kenakan telah retak dan pecah di beberapa bagian, juga pelipis mata kanannya mengeluarkan cairan merah yang tidak sedikit. Hanya satu motivasinya untuk tetap berjuang meski sudah babak-belur. Ia tidak boleh bertekuk lutut di hadapan lawan di dihadapannya. Demi dunia dan teman-teman yang gugur mendahului dia. "Masih punya tenaga ternyata." Suara yang dingin dan tajam itu membuatnya gemetar. Seperti badai salju yang dinginnya menusuk ke dalam tubuh, begitulah suara iblis itu. Ragu. Sekarang dia menjadi tak yakin pada usaha yang telah ia curahkan. Ia hanya menunggu datangnya keajaiban. "Tak akan ada yang datang untukmu. Mereka pasti sudah mati sekarang." Dalam cahaya biru gelap di ruangan itu, senyum kecil terlihat di wajahnya. Tekadnya kembali bulat dan harapan muncul di depannya. Ternyata ada yang tidak diketahui oleh iblis sekalipun. Ia menghunuskan pedang apinya dan menerjang ke Medan perang terakhir. "Aku tidak mengharapkan siapapun datang, tahu! Ayo kita lakukan, Karna!"
All Rights Reserved
#502
spirit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik di Bagian Koma
  • Elementer's (END)
  • Tunangan Antagonis: Misi Sistem [End]
  • [BL]-RETURN (Buku 2)
  • Kyross | Slip On Depth Parasite [BL]
  • Sin of Another World [Volume 1]  Promise of Freedom
  • Recurring Abyss | Volume 0
  • Rebirth of the Bound Soul (END)
  • Pangeran Kegelapan

Sekuat apa pun aku meyakini aku tak mungkin jatuh cinta pada siapapun, aku tak tertarik, kurasa itu hal yang membosankan, logika menjadi kacau, berujung luka. Aku bisa hidup sendiri dengan kesempurnaan yang ku punya. Tapi...itu salah, setiap manusia pasti akan tumbuh hal yang membuat gelora membara apalagi kalau bukan cinta namanya. Aku hadir sebagai wanita yang level nya setingkat lebih tinggi dari kata biasa. Di lahirkan sebagai putri manja dari rahim manusia bernama ibu. Saat tumbuhlah besar diriku lalu kenyataan pedih yang menampar mulai terbit dari singgasana nya gagap gempita menghampiriku. Ditakdirkan sebagai titisan ratu kerang jingga. Diterima di dua alam yang mengusik kedamaian rohani ku. Hingga cinta tulus dari seorang pria yang hadir sebagai dewa pembebas kutukan kesalahan masa lalu. Tentang gejolak anak muda dengan segala misteri magic nya mengupas sederet degup tanda tanya membuktikan resolusi problema dengan cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines