FANILA // HIATUS

FANILA // HIATUS

  • WpView
    Reads 950
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2020
"Di dunia ini, nggak ada namanya temenan, antara cowo dan cewe tanpa menyangkut-pautkan perasaan." Aqilla sangat setuju dengan kalimat di atas, karena dirinya sendiri pun merasakan hal itu. Ia berteman dengan Elfano sudah lima tahun lamanya, Perasaan itu awalnya tidak ada. Tetapi, semakin lama bersama Elfano, rasanya seperti ada aliran yang berdesir di sekitar tubuhnya. Dari senang, susah, sedih, bahagia, tawa bahkan tangis sudah mereka lewati bersama. Lalu, perasaan itu dengan lancangnya datang kedalam hatinya, bahkan sampai detik inipun, rasa itu masih setia menjadi penjaga hatinya. °°° Ingin tahu kelanjutan kedua sahabat, itu? Stay terus pada cerita aku ini. Happy reading.💖
All Rights Reserved
#608
smp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • Rannia√
  • the other side
  • ALTAN DAMETRA
  • DEVIAN [END]
  • Altatair✓ [Revisi]
  • AlfaNada
  • A Y A N A (Revisi)
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • ASSYA (TERBIT)
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines