Sebuah harapan yang pecah sebelum mencapai puncaknya. Bagi Alisther, musik bukan sekadar hobi. Itu juga dorongan untuk tetap bangkit dari perasaan letih yang sering membuatn dirinya terdiam. Bersama dua sahabat karib, mereka membangun mimpi dalam sebuah studio yang membuat ambisi mereka sangat membara. Namun, terkadang hidup juga memiliki cara yang kejam untuk menghentikan harapan seseorang. Hingga sebuah insiden fatal yang akhirnya merenggut bagaimana bayangan indah, mengenai sebuah panggung impian. Memaksa Alisther berhenti, dan mulai menyerah pada realita hingga melepaskan instrumen-nya. Alisther menjalani hidup yang sangat berbeda dari yang ia ingin tuliskan di kisah harian masa remaja. Di tengah luka yang menganga dan rasa kecewa akan takdir. Baginya, nada-nada itu tidak pernah benar-benar ditinggalkan.
More details