We Just Friend

We Just Friend

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 19, 2019
Kampus Area We Just Friend "Kita hanya sebatas teman, yah teman. Tidak lebih. Kita hanya kebetulan dari daerah yang sama, kita kebetulan punya kenalan yang sama, kita kebetulan sekampus, dan kita kebetulan sekelas. Hubungan kita hanya sebatas itu, tapi kenapa semua orang mengatakan kita memiliki hubungan spesial? Ada yang aneh dari pertemanan ini?" "Iya, ada yang aneh. Aneh karena kita bisa sebatas teman hingga sejauh ini." Syila tertawa, lalu tersenyum menatap Dayat dengan senyum. "Terus kamu mau apa?" "Kita menikah!" "....." ..........
All Rights Reserved
#673
watty2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • New World [REVISI]
  • Daniel
  • Save the Best for the Last ✔
  • DEAR YOU...
  • Nostalgia Cinta (✓)
  • 𝙱𝚎𝚜𝚝 𝙱𝚘𝚢 𝙵𝚛𝚒(𝚎𝚗𝚍)
  • [BG1]ADELIARLAN
  • Be my Sweet Darling  [END]
  • SEWINDU
  • Menua Bersamamu

Sequel Ventiones Academy **** Sebenarnya tidak ada yang aneh di hidupku. Hidupku berjalan seperti remaja usia empat belas tahun pada umumnya. Tetapi, seketika semuanya berubah. Iya, berubah. Tidak, bukan berubah dunianya yang berubah. Tapi, aku selalu dikejutkan dengan bisikan seorang lelaki yang begitu ... lembut? Dari nada bicaranya, sih dia seperti merindukanku, baiklah aku mulai ge'er sekarang, jadi lupakan. Kemudian, merasa diawasi setiap berada di luar rumah. Sampai akhirnya .... Aku bertemu seorang gadis yang kelihatannya seusiaku, dan dia mengaku bahwa aku adalah 'sahabat setianya'. Hahaha, 'sahabat setia'? Terdengar seperti 'babu setia' menurutku, upss. Tapi itu sungguhan. Lebih parahnya lagi, aku bisa mengeluarkan api dengan tanganku ketika aku sedang marah ataupun kesal. Waktu itu, hampir saja api ini membuat temanku terbakar. Beruntung aku langsung menjauh darinya. Sungguh mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa mendapatkan hal aneh seperti ini? Kenapa aku bisa merasakan hal aneh seperti ini? Apa aku tidak normal? **** *Perhatian, banyak umpatan kasar di sini. Jadi dimohon untuk jangan menirunya di kehidupan sehari-hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines