UNSUITABLE

UNSUITABLE

  • WpView
    Membaca 83,538
  • WpVote
    Vote 5,725
  • WpPart
    Bab 41
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 16, 2025
REPUBLISH TANPA REVISI Rank Tertinggi : #39 Puisi #82 Fiksi Remaja #23 Sahabat #82 Teenfict #90 Remaja #26 Teenlit #51 Senja #84 Teenfiction #3 Pergi #4 Luka *** "Pergilah, jika hadirku hanya membawa masalah." Bagi Arin tak pernah terpikirkan sedikitpun bersekolah dalam jerat kasus tak benar yang menganggapnya sebagai pelacur. Sedangkan bagi Bima, rasanya tak mungkin menemukan seseorang yang mau membantunya keluar dari jerat tuduhan yang telah lama menimpanya. Disaat seluruh orang memilih pergi menjauh dari Bima dan Arin, tapi mereka berdua justru sebaliknya. Arin dan Bima dipertemukan oleh kasus-kasus yang menimpa mereka masing-masing. Bukan disengaja, tapi tanpa sengaja. Kisah Arin dan Bima membawa rasa yang kian membara dalam jiwa. Sampai akhirnya pergi dengan luka penuh kecewa. Temukan selengkapnya dalam cerita Unsuitable! [JANGAN DIPLAGIAT!] . . . Unsuitable Pai Bian
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#258
anaktiri
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan