We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Empty
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 13, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Kau tahu rasanya jatuh cinta saat mengalaminya. Kau tahu indahnya hari ketika bersama dengannya. Seolah bumi berpusat pada rasa bahagiamu selamanya. Ketika sekejap saja bagai membalik telapak tangan kau di bodohi olehnya. Dan kau tahu rasanya dikhianati dengan kebohongan, seakan melalui waktu yang perlahan merutuhkan jiwamu. Hati... Terpedaya dengan rasa cinta dalam semu,yang sering bertolak pada kejujuran rasa. Menangis jika rasa semu pergi seolah busur panah menghujam dalam setiap alunan waktu. Bagai tersihir sorot pandang indahmu kala waktu itu, hati tulusku jatuh padamu tanpa menghiraukan rasa takut yang menahanku di kala waktu. Waktu yang perlahan membuka mataku lebar bahwa dirimu perlahan berubah menjadi pendusta Kamu.. Seorang sarang rindu, yang tak jemu kurasa Yang setiap hadirmu mendatangkan harmoni indah di dalam jiwa Berdegup kencang rasa itu tak henti saat dipandangmu.. Dan kamu seseorang yang tak pernah terbesit dalam akalku sebagai penghancur rasa... Aku... Seorang penemu rasa yang berbuih Perlahan melampirkan rasa di setiap doa untukmu Yang terlampau sering sebagai penerima bualan khayalanmu Ketika selalu merasa tenang saat senyum terukir di wajahmu,bagai mangkuk jago dari sudut samping itu Dan aku yang perasa perlahan pudar dan tenggelam dalam rasa sakit setiap sisi ukiranmu padaku. ...........................................................................
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • My Diary
  • Sekali Lagi (End)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • di akhir perang
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Hanya Rindu Dan Trauma

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines