Baca ini dikala senja, bersama secangkir teh, kopi, atau bahkan susu coklat hangatmu.
Kuperjelas saja, ini bukan soal cinta melulu, bukan pula soal takdir memilukan tanpa ada kebahagiaan, bukan pula hanya senang tanpa kesengsaraan, bukan. Tepatnya, bukan hanya itu.
Sebab, disini ada segala rasa. Rasa dalam setiap kehidupan seseorang.
Entah, aku tak tau kapan akan kau alami, tetapi jika jawab-Nya esok hari, kuharap setelah membaca ini, kau sudah siap hadapi hari. Kalau pun mungkin hari ini, kuharap kau tak menengok lalu pergi tanpa tau tujuan arah kaki, adapun jika datangnya pada masa yang telah terlewat dari hari ini, kuharap ini dapat membantumu memudarkan rasa yang tak kau inginkan dan mari kita mulai dari awal lagi.
Harapku sederhana, kuharap tulisan ini dapat membawa manfaat dan dapat menjadi teman senjamu di suatu hari nanti.
Tertanda, Ziwew ❤
"Ma, Aluka sakit. Boleh aku tidur sama mama?"
"Pergi! Kamu di rumah papamu saja!"
···
"Aluka buatin makanan kesukaan papa."
"Bisa kamu pergi dari hadapan saya?!"
···
Aluka Alkenzia. Gadis dengan seluruh luka yang dirasa namun tetap menabur kasih untuk semua orang yang melukainya. Ia hanya ingin bahagia tanpa harus tersakiti dahulu, penderitaan yang dirasa sebelum terlahir ke dunia enggan sirna bahkan hanya untuk mengasihaninya.
Rahasia kelamnya masa lalu membuat penderitaan dalam hidupnya silih berganti. Bahkan lelaki yang dicintai ikut menabur garam pada lukanya yang masih terbuka. Hingga sosok lelaki rapuh berhati malaikat datang memberinya arti kebahagiaan, namun ia lupa mengajarkan arti bahagia tanpa kehadirannya.