AKTARI
  • WpView
    Membaca 1,814
  • WpVote
    Vote 200
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadLengkap Rab, Feb 24, 2021
[BELUM REVISI] "Mereka memang berisik. Tapi menenangkan di saat yang bersamaan." -Aksara Althaff Wirdana "Setidaknya, jangan membenci apa yang sebenarnya dicintai. Karena itu cukup menyiksa diri." -Tarisya Zeera Fransisca Cerita ini dibuat oleh gadis remaja yang masih labil, baik pikiran maupun perasaan. So, maafkan jika banyak kesalahan^- Happy reading✨ ________________________________________________________________________ Start: 24 Februari 2019 End: 24 Februari 2021
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
gitar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • about us and him ✔️
  • Azila dan Rahasia
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Anonymous Girl's | ✔️
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝𝐳𝐨𝐧𝐞 𝐆𝐨𝐚𝐥𝐬.✔
  • My Home [Hujan Series]
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝𝐳𝐨𝐧𝐞 𝐆𝐨𝐚𝐥𝐬 𝟐. [Republish]
  • FIZYA
  • Alfa & Luna (END)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan